BUKTI’IN KONTRIBUSI LOE!!!
Apasih kontribusi kita buat Negara?Sebuah pertanyaan sederhana yang sungguh susah dijawab jujur.Sekelompok mahasiswa yang berdemo dan berorasi menuntut adanya perubahan,perbaikan bahkan menuntut reformasi.Bukankah itu yang katanya cinta negara?Atau sekelompok mahasiswa tajir yang duduk bercanda di cafe sambil berhotspot dengan notebook canggih dan asyik chatting,manasih yang lebih cinta negara?
Gw baru dapat sebuah ungkapan bijak,”indonesia ga’ akan maju kalo generasi mudanya apatis terhadap masalah negara!”.Apatis adalah sebuah sikap yang tak peduli atau tak acuh.Dalam konteks ungkapan tadi,apatis berarti tidak mau ambil pusing terhadap parmasalahan yang sekarang tengah dihadapi negara kita.
Dari sebuah kalimat bijak tadi lalu muncul pertanyaan dalam pikiran gw yang ga’ jauh susahnya buat dijawab jujur.apakah merubah negara cukup hanya duduk diam tanpa makna yang berarti?Ataukah merubah negara cukup hanya berorasi menuntut perubahan?Sungguh sederhana banget kalo’ masalah bisa selesai Cuma dengan duduk diam atau teriak-teriak.
Dalam sebuah baliho kampanye di pinggir jalan gw pernah baca,”Hidup adalah perbuatan”.kata yang lumayan potensial buat menarik simpatisan.Tapi kalo dikaitkan sama wacana yang lg kita bahas,perbuatan buat ngapain?dalam rangka apa?Buat siapa?.dalam kampanye yang lainya lagi gw pernah denger juga. ,”……beri bukti bukan janji!!!”.Kayaknya para Politikus itu tau betul kalo negara kita emang lagi ada masalah di segala dimensi.Tapi kampanye mereka umumnya diikuti sama tindakan menyenangkan rakyat dari bikin acara baksos,bagi-bagi sembako sampe ada yang bagi-bagiin celana dalam.Biasalah kalo lagi ada maunya seseorang cenderung cari muka.Yah…..kita maklumi ajalah,toh lumayan juga rakyat bisa jadi raja biarpun Cuman waktu kampanye aja.
Jadi kesimpulannya,apasih bukti kita ngasih kontribusi buat negara?Apa musti ikut-ikutan nyalon jadi wakil rakyat?Apa musti ngerahin masa sebanyak-banyaknya buat neriakin,”Turunkan BBM?Turunkan harga sembako?Turunkan biaya pendidikan?”.Atau kalimat-kalimat laen yang lebih provokatif.apa musti kayak gitu?.mahasiswa adalah calon cendekiawan yang mustinya jadi contoh buat masyarakat luas bahwa kita terpelajar meskipun on process,kita ga’ arogan,kita bisa berpikir logis.Kalo kita mampu ya rubahlah paradigma bahwa kita rakyat yang rusuh,rakyat yang anarkhi,rakyat yang talk more do less.Tapi kalo ga mampu cukuplah kita yang memperbaiki diri menjadi mahasiswa yang cinta damai,bersahabat,dan ingin lebih baik.Gw rasa buat saat ini cukup dalam kapasitas kita yang masih on progress to be the next leader.Insyaalloh….

Tinggalkan komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini